Apa bisa menikah saat pandemi covid19 berlangsung?

Written by Chiara Octora

May 15, 2020

Menikah pasti menjadi keinginan setiap pasangan, apa lagi jika sudah lama menjalin hubungan. Tapi, apakah menikah saat pandemi covid-19 ini bisa?

Akad-Dalam-Islam

Tentu bisa, kalau emang mau. Tapi ada prosedur atau caranya loh.

Memang tidak jauh berbeda dengan prosedur pada hari biasa (sebelum covid) yang membedakan adalah jumlah undangan yang terbatas, bahkan tanpa resepsi.

Seperti salah seorang teman dan saudara admin yang melangsungkan pernikahan pada saat covid. Mau tau ceritanya? Yuk disimak!

1. Kasus pertama menikah saat pandemi covid

Kasus pertama, adalah teman admin yang melaksanakan pernikahannya dirumah. Yang resepsinya kemungkinan akan dilaksanakan di rumah secara menyusul. Sedangkan akadnya dilakukan di masjid terdekat dengan menyewa penghulu, dan mengundang beberapa saksi.

Pada kasus pertama ini, teman admin melakukan registrasi ke KUA secara online, karena jika datang langsung ke KUA akan ditolak.

Syaratnya sama saja kaya kamu datang langsung, cuma ini secara online. Pastikan kamu punya kuota ya hehe. Kamu bisa melakukan pendaftarannya disini.

 Jika kamu tidak melakukan resepsi, kamu bisa menghemat biaya pengeluaran dan fokus pada masa depan saja loh!

Begini hitungannya :

Penghulu : 600.000

Makeup + Busana : 2.500.000 (sudah termasuk busana pernikahan adat sunda)

Makanan untuk pada keluarga mempelai dan saksi yang hadir : 2.000.000

Yah, sekitar 3.100.000 ditambah biaya lain-lain serta dana darurat yang harus kamu persiapkan adalah sekitar 4.000.000

Sangat berbeda dengan pernikahan pada umumnya bukan?

2. Kasus kedua menikah saat pandemi covid

Kasus kedua adalah saudara admin yang bekerja sama dengan vendor pernikahan. Untuk registrasi calon mempelai, saat itu masih bisa dilakukan secara offline, jadi masih rumit karena harus pulang pergi menyiapkan berkas yang diperlukan.

Tentu lebih praktis secara online ya..

Pada kasus ini, kedua mempelai telah melakukan booking tanggal dan tempat di restaurant A, namun tidak bisa dibatalkan, dan itu pasti. Jadi kedua mempelai memilih untuk melakukan akad dulu dirumah.

Begini hitungannya :

Hitungan untuk penghulu dan makeup sama yah. Yang membedakan adalah hitungan untuk makanan, karena kasus kedua memakai vendor / partner untuk melakukan resepsinya.

Yaitu sekitar 70jt, untuk hal ini setiap vendor mematok harga yang berbeda, jadi pastikan kamu tidak salah pilih vendor untuk pernikahan. Sesuaikan budget yang ada ya!

Kesimpulan dari kedua kasus adalah, akad pada saat pandemi covid19 masih bisa dilakukan. Baik di KUA, masjid, ataupun rumah kalian.

Yang membedakan adalah jumlah undangan yang hadir, dan lebih higienis dalam prosesnya, atau selalu menjaga kebersihan.

Jadi buat kalian yang memang ingin melaksanakan pernikahan sekarang, bisa saja. Hanya tanpa resepsi, jika ingin ada bisa dilakukan menyusul. Tapi pasti jadi berat biaya, karena harus mengeluarkan biaya makeup dan makanan 2x.

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat!

Selanjutnya akan aku bahas tata cara pendaftaran menikah secara online selama pandemi covid19 yaa

You May Also Like…

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *